E-LEARNING SMP N 3 DEPOK

Parade Sastra Maulid di DEGA : Juara 2 Cerpen Kelas 8


Tabah
oleh : Jose Rizal*)

Wisnu adalah seorang anak SMP. Ia hidup dalam keluarga yang berkecukupan, hampir tidak pernah susah. Ia merupakan anak yang cukup baik di sekolahnya. Orang tuanya pun selalu menyayanginya. Tapi, tidak selamanya ia begini.

Di suatu hari, orang tuanya sedang dalam perjalanan pulang dari luar kota. Tapi, mereka tidak pernah sampai rumah, mereka meninggal di sebuah kecelakaan beruntun. Wisnu pun sangat sedih dan terpukul atas kesulitan yang menimpanya. Lalu, bagai jatuh tertimpa tangga, rumahnya terbakar. Wisnu dan kedua adiknya harus tinggal di rumah kakek dan neneknya.

Karena hal itu, ia selalu murung, berlawanan dengan sifatnya yang biasanya ceria. Pada suatu hari, sang kakek menghampiri Wisnu, “Wisnu, kakek tahu kamu sedih karena kesulitanmu. Tapi, kamu jangan murung terus.” Wisnu berkata “Tapi, kek, ayah bunda meninggal, rumahku juga kebakaran.” Nenek pun juga menghampiri Wisnu, “Iya, nenek tahu, kakek dan nenek dulu juga kesulitan. Tapi, kakek dan nenek bisa melaluinya dengan kisah dari seorang suri tauladan, Nabi Muhammad SAW. Kamu ingat kan ceritanya Nabi Muhammad?” Wisnu berkata, “Nggak terlalu.” “Baik, kakek akan ceritakan.”

“Dulu, Nabi Muhammad sudah dilanda kesedihan, bahkan sebelum lahir. Ayahnya meninggal saat ia masih 6 bulan di kandungan dan ibunya meninggal di umur 6 tahun,” kakeknya bercerita. “Terus Nabi Muhammad diasuh kakek dan pamannya, kan? Tapi, kek, meski orang tua dan kakeknya meninggal, kenapa ia bisa menjadi seorang rasul?” tanya Wisnu. Nenek pun melanjutkan, “Nah, itu karena ia tabah atas kesulitannya dan terus berusaha. Nabi Muhammad SAW juga berakhlak mulia, akhlakmu bagaimana, Wisnu?” “Hehe, belum terlalu, nek. Tapi, apakah saat sudah jadi rasul, kehidupan Nabi Muhammad makin muda?” kata Wisnu.

“Kakek lanjutkan, meski sudah diangkat jadi rasul, kehidupannya nggak langsung jadi mudah. Pas beliau berdakwah, tidak semua menerimanya. Bahkan, ada pamannya sendiri yang mencelanya dan terus mencoba mencelakakannya,” cerita kakek. “Pamannya yang jahat itu Abu Lahab ya kek?” tanya Wisnu. “Iya, wis, Nabi Muhammad juga diganggu, dikucilkan, dicaci, bahkan ingin dibunuh kafir Quraisy. Tapi, ia tetap tabah dan berusaha berdakwah. Nah, lalu Nabi Muhammad dan pengikutnya harus berhijrah ke Madinah. Mereka juga tabah kok, harus meninggalkan segala hartanya di Mekah,” cerita Kakek.

“Wah, Nabi Muhammad hebat ya, bisa terus berdakwah meski dilanda kesulitan terus,” kagum Wisnu. “Nah, makannya, wis, teladani Nabi Muhammad SAW yang bisa tabah ditengah kesulitan dan terus berusaha,” terang Nenek. “Baik, nek,” kata Wisnu.

Tahun demi tahun berlalu, Wisnu pun bisa membangun hidup kembali. Meski dilanda kesulitan, Wisnu akhirnya bisa tabah dan berusaha melaluinya, karena meneladani Nabi Muhammad SAW dan perjuangannya.

Pencipta:

Nama Penulis*)
Jose Rizal Elevenialdy Justisio Habie
Kelas: 8A,No. prsesnsi: 19