E-LEARNING SMP N 3 DEPOK

Parade Sastra Maulid di DEGA : Juara 2 Cerpen Kelas 9


RASULKU PANUTANKU
oleh : Ratri Kusumaningtyas Nari Ratih*)

“Aduh aku enggak mau ketinggalan cerita nih” ujar seorang anak laki-laki yang sedang terburu-buru. Memakai koko pun kancingnya belum benar, sarung masih belum terpasang dengan benar, peci pun masih terlihat miring dikepalanya, dan sandal yang dipakainya saja bisa berbeda “Astagfirullah, salah sandal!” Ujarnya sambil terkejut. Namanya Faisal, hari ini ia terlihat terburu-buru karena harus ikut TPQ di Masjid Darussalam. Dengan kelajuan yang cepat, ia berlari bagaikan rusa yang sedang dikejar harimau yang akan menerkamnya, Faisal lari seperti itu karena hari ini ada yang special di TPQ. Yap, karena hari ini adalah Hari Jumat di TPQ akan ada cerita sore dari Ustad Firman, santri mana yang tidak suka mendengar cerita Ustad Firman yang seru itu apalagi menceritakan perjuangan Sang Rasul dan para sahabatnya. Saking semangatnya Faisal, ia mau menjadi santri yang datang paling awal di masjid.

Sesampainya Faisal di Masjid Darussalam, ia menjadi bahan tertawaan santri-santri lainnya. Kali ini Faisal sedikit kecewa dan bingung, yang membuatnya kecewa adalah ia tidak menjadi santri yang pertama datang di masjid dan yang membuat Faisal bingung adalah ia menjadi bahan tertawaan para santri, “Apa sih yang lucu?” Tanya Faisal ke santri-santri lainnya. Tak ada yang menjawab, tiba-tiba Ustad Firman datang dari belakang dan menepuk pundak Faisal, “Faisal, kamu masukin kancing ke lubang kancing kokomu kok bisa beda sih? Itu pecinya juga miring dikepala, lah sarungnya juga belum bener tuh.” Tegur Ustad Firman sambil terkekeh, “Eh, iya Ustad… tadi kok makenya bisa kayak gini ya?” Heran Faisal sambil menggarukkan kepalanya yang tidak gatal, Ustad Firman dan para santri pun tertawa karena ulah Faisal.

“Sudah-sudah, sekarang kalian jadi diceritakan kisah Rasul tidak? Kalau tidak kita mengaji saja hari ini.” Tanya Ustad Firman, “MAU DONG USTAD.” Teriak para santri tak sabar akan cerita Ustad Firman, “Oke, sebelum Ustad cerita alangkah baiknya kita berdoa terlebih dahulu ya, Faisal pimpin doa.” Perintah Ustad Firman, Faisal langsung menurut Ustad Firman. “ Mari teman-teman sebelum kita memulai TPQ pada sore hari ini alangkah baiknya kita berdoa terlebih dahulu, bismillahirahmannirrahim….” Pimpin Faisal dan santri lainnya mengikuti.

“Baiklah, sebelum Ustad mulai cerita, Ustad buka dulu ya, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,” salam Ustad Firman sebelum memulai cerita, para santri pun dengan kompak dan semangat menjawab “Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh,”. “ Hari ini ada yang bisa tebak tidak, Ustad mau cerita apa?” Tanya Ustad Firman, “Pasti kisah perjuangan sang Rasul kan Ustad?” Ujar Faisal dengan percaya diri, “100 untuk Faisal, hari ini Ustad akan menceritakan perlawanan Kaum Quraisy terhadap Nabi Muhammad dan sahabatnya, baiklah Ustad akan menceritakan ke bagian masa yang paling sulit dilalui oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu masa dakwah Nabi untuk menyebarkan agama islam, mengapa sulit? Ayo siapa yang bisa jawab?” Tanya Ustad Firman, salah satu santri pun menjawab “Saya tau Ustad, jawabannya karena akan terjadi perlawanan Kaum Quraisy yang pada saat itu memang masih dalam Masa Jahiliyah, bukan begitu Ustad?” “Yap, tepat sekali. Nabi memulai dakwah setelah menerima wahyu dari Allah SWT, tahapan dakwah dibagi menjadi dua periode yaitu, pertama periode Makkah dakwah ini memakan waktu selama kurang lebih 13 tahun. Lalu periode kedua, yaitu periode Madinah dakwah ini memakan waktu kurang lebih 10 tahun,” Jelas Ustad Firman.

“ Setelah Ustad bahas tahapan dakwah, Ustad mau bertanya nih. Siapa yang tau As-Sabiqunal Awwalun?” Tanya Ustad Firman, para santri pun berebutan menjawab pertanyaan tetapi suara Faisal lah yang paling keras “ SAYA USTAD SAYA TAU,” teriak Faisal, Ustad Firman yang mendengar teriakan Faisal terkejut dan tertawa “Masya Allah Faisal, semangat sekali ya,” ujar Ustad Firman sambil tertawa “Hehehe iya Ustad, saya pengen jawab. Jawabannya adalah sebutan untuk orang-orang pertama yang diajak nabi untuk masuk agama islam,” ujar Firman dengan semangat. “Yap Faisal benar. Orang-orang pertama yang masuk dalam islam mereka adalah Siti Khadijah, Zaid Bin Haritsah, Ali Bin Abu Thalib, dan Abu Bakar As-Shidiq. Mereka adalah orang-orang pertama yang masuk islam sejak dari hari pertama nabi berdakwah, dari jumlah mereka yang baru sedikit itu mulai dakwah disampaikan ke orang-orang sekitar mereka dan hasilnya kembali bertambahnya pengikut ajaran islam gelombang kedua merekapun dikenal dengan sebutan As-Shabiqunal Awwalun jumlah mereka sekarang lebih dari 40 orang. Setelah itu semakin lama pengikut ajaran baru dikalangan Quraisy ini semakin meningkat. Maka turunlah perinatah Allah SWT untuk mulai berdakwah ke tahapan dakwah secara terang-terangan, tentu saja dakwah ini mendapat kecaman dan perlawanan dari para petinggi kafir Quraisy saat itu. Untungnya nabi mendapat dukungan dari sang paman yaitu Abu Thalib yang cukup berpengaruh dikalangan para pemuka Quraisy saat itu, maka dimumlailah tahap dakwah kedua yaitu dakwah secara terang-terangan. Sebenarnya para petinggi kafir Quraisy mengakui keluhuran akhlak nabi yang sangat terpuji,” jelas Ustad Firman, Faisal pun heran akhirnya ia pun bertanya “Ustad, saya mau Tanya. Kenapa mereka tidak menerima ajaran nabi padahal mereka mengakui keluhuran akhlak sang nabi?” Tanya Faisal sambil mengangkat tangannya saat bertanya. “ Pertanyaan yang bagus Faisal, itu karena mereka terikat oleh kepercayaan pendahulu dan tradisi yang mereka pegang membutakan hati mereka untuk menerima ajaran yang dibawa Nabi Muhammad,” jelas Ustad Firman. “ Segala cara dilakukan oleh para Kafir Quraisy untuk menghentikan dakwah nabi, tapi semua itu dia-sia belaka. Keimanan nabi tidak akan pernah luntur hanya dengan tawaran keindahan duniawi semata, muai dari diming-imingi harta, jabatan, kedudukan tingi, bahkan wanita-wanita cantik. Bahkan nabi menegaskan pada para pemimpin Kafir Quraisy itu “jika kalian memberikan matahari di tangan kananku dan rembuln di tangan kiriku. Aku tidak akan pernah mau mengikuti ajakan kalian untuk melepaskan dakwahku,” Kafir Quraisy mulai putus asa, maka mulailah mereka melakukan perlawanan dengan jalan yang kotor. Mereka menyiksa pengikut nabi terutama para budak dengan siksaan yang sangat kejam. Segala rintangan dan siksaan yang dilakukan oleh Kafir Quraisy kepada nabi tidak menjadikan nabi ciut ataupun menyerah, nabi tetap bersemangat karena ia selalu didukung oleh keluarga dan juga sahabat-sahabatnya. Dan yang paling banyak membantu nabi pada saat itu adalah tiada lain dan tiada bukan tentu saja sang istri tercinta “ummul mukminin” Siti Khodijah. Dan yang paling sering membela nabi saat itu adalah sang paman tercinta Abu Thalib, mereka berdua adalah orang terdekat yang sangat nabi sayangi. Namun menginjak tahun kesepuluh kenabiannya. Nabi harus rela berpisah dengan kedua orang yang sangat sayangi itu untuk selamanya. Sang paman Abu Thalib dipanggil oleh yang mahakuasa, menyusul sang istripun dipanggil sang maha pencipta. Saat itu pun nabi merasakan kesedihan yang teramat sedih sehingga tahun itu dikenal sebutan “tahun kesedihan”, ditengah kesedihan yang mendalam dan himpitan penganiayaan Kaum Kafir Quraisy, nabi tetap menjalankan dakwahnya. Semangat dakwah nabi kembali bangkit dan berkobar kembali. Apa yang terjadi?? Dan boom, disuatu malam Allah SWT mengangkatnya hingga langit ke tujuh, disusul terjadinya perjanjian Aqabah Pertama. Perjanjian Aqabah Pertama adalah datangnya rombongan dari Yatsrib yang menyatakan bahwa mereka beriman dan bersedia mengikuti ajaran nabi. Tahun berikutnya kembali datang rombongan dari Yatsrib, kali ini berjumlah 73 orang. Mereka semua menyatakan beriman dan mau mengikuti ajaran kebenaran yang dibawa oleh nabi, dan perjanjian ini dikenal dengan sebutan Perjanjian Aqabah Kedua.” Jelas Ustad Firman panjang lebar.

Para santri termasuk Faisal terkagum-kagum akan kisah perjuangan Sang Rasul, bagi mereka kisah Nabi Muhammad adalah kisah yang sangat menginspirasi mereka untuk selalu berjuang dijalan Allah SWT. “Bagaimana? Seru tidak kisah perjuangan Nabi Muhammad?” Tanya Ustad Firman kepada para santri, Ustad Firman memerhatikan para santri saat bercerita terutama Faisal, dari wajah mereka terlihat sekali kekaguman terhadap kisah Sang Rasul. “ Seru banget Ustad, Nabi Muhammad sangat keren,” ujar Faisal dengan mata yang berbinar-binar, “Yap, Nabi Muhammad sangatlah keren. Kita pun harus bisa mencontoh akhlak-akhlak mulia Sang Rasul,” ucap Ustad Firman dsambil tersenyum. Faisal pun memiliki tekad untuk mencontoh sikap-sikap mulai Sang Rasul dan untuk selalu berjuang di jalan Allah SWT.

Catatan Penulis*)

Nama: Ratri Kusumaningtyas Nari Ratih


Kelas: 9C, No presensi 24

Have any Question or Comment?

Leave a Reply