E-LEARNING SMP N 3 DEPOK

Parade Sastra Maulid di DEGA : Juara juara Puisi


Mulianya Nabiku
karya : Evi Kireyna

 

Di suasana hening malam yang nyenyat.

Bersama kerabat dan sahabat.

Kau mendakwah dengan giat.

Dari kejaran kaum kafir Quraisy Mekkah.

Engkau berjalan ke Madinah.

Tanpa rasa takut nyawamu goyah.

Menyeru umat Allah.

Tanpa rasa gelisah.

Tak mengenal derita.

Tak mengenal duka.

Tak juga mengenal lelah.

Tuk menegakkan agama Allah.

Tuk melangkah mencari perlindungan Allah.

Syukur kami sembahkan kepadamu Muhammad.

Kharisma mu tetap berkibar wahai Muhammad.

Walau engkau telah wafat.

Jasamu tetap terlihat.

Perjuanganmu tetap kuingat.

Nama: Evi Kireyna

Kelas:VII B

No.Absen:09

 

Wahai Rasullulah

Wahai nabi salam sejahtera untukmu

Wahai rasul salam sejahtera untukmu

Telah berabad-abad yang lalu

Namun namamu masih menggema di telingaku

Namamu yang setiap hari kudengar

Cerita hidupmu yang menggelegar

Sifatmu yang sabar

Gelarmu yang besar

Hati ini rindu padamu ingin dekat denganmu

Setiap saat ku sebut namamu

Semoga kelak bisa bertemu

Ya nabi…

Engkau berjuang demi negeri ini

Engkau berjuang demi kami

Demi para muslim sejati

Wahai baginda

Wajahmu bagai bulan purnama

Yang bersinar terang

Ditengah gelapnya malam

Dalam diam kusebut namamu

Dalam bertindak kusebut namamu

Wahai kekasihku

Aku mencintaimu

Hamdatul Haniifah/8B/14

 

Dia Rasulullah SAW

 

Dia Rasulullah SAW…

Pemilik getar jiwa tenang sebagai suri tauladan

Dia Rasulullah SAW…

Kekasih tercinta pemilik akhlak mulia

Rasulullah SAW…

Ribuan tahun lalu menangis di akhir hayatnya

Memikirkan nasib umatnya

Manusia akhir zaman yang kadang  sia-siakan kesempatan

Dan Dia Rasulullah SAW

Yang kejujuran dan akhlaknya menggetarkan

Yang sunah amalannya kita kerjakan

Sebagai pedoman kehidupan

Karunia syafaatnya kita harapkan

Agar selamat dengan curahan kasih sayang

Dia Rasulullah SAW

Kesederhanaanya menawan

Akhlaknya dijadikan teladan

Wahai Kekasih Allah

Karuniakanlah syafaatmu…

Hanis Regita/14/IX D

 

Petunjuk

Berlalu waktu,

Ratusan abad terlampaui

Dan diberitakan 12 Rabbiul awal,

Sang penunjuk dilahirkan

Hadir menyejukkan tiap-tiap insan, juga tiap-tiap zaman.

Semesta, bersholawat akan kelahiranmu

Suri tauladan mu laksana jejak-jejak emas

Engkaulah surya penyinar berkah

Engkaulah cahaya diatas cahaya

Dan Engkaulah cermin kehidupan tiap insan dunia.

Pelukis kebahagiaan jiwa,

serta penawar obat dukalara.

Ucapmu penyejuk hati laksana embun pagi

Akhlakmu penghangat  jiwa laksana sinar surya

Meski ku tak pernah berjumpa,meski ku tak pernah bersua

pun juga ku tak pernah bertemu.

            Namun, semburat sinar mu,

mampu menembus ruang dan waktu.

Nama : Annisa Nurul Anjani

Kelas : IX B,No.Presensi : 07

 

SURI TAUDALANKU

Ya Nabi Ya Rasulullah

Cahaya hati kami kekasih Allah

Engkaulah purnama penerang jiwa

Engkau menyinari hati manusia

Engkaulah cahaya di atas cahaya

Betapa akhlakmu mulia

Perjuanganmu menegakkan agama

Cintamu menyayangi semua

Manis senyumu pada sesama

Ramah sikapmu tertanam jiwa

Terimakasih teladan muliamu

Membalas jasamu kami tak mampu

Izinkan kami menjadi umatmu

Diizinkan kami berjumpa denganmu

Kami ingin mendapat syafaatmu

KIRANA ISYOPHIA ANANTA,7A, 21

 

Seri Teladanku

Ya Rasulullah

Kau memang sudah berpulang

Tapi tidak dengan ilmu mu yang akan terus kuulang

Bolehkah ku mengingat

Kau lahir disaat pasukan gajah menyerang

Tepatnya lima puluh hari setelah itu

Berita kelahiranmu yang menggemparkan dunia

Dengan munculnya sebuah cahaya

Hidup ditengah jahiliyahnya dunia

Tetapi akhlakmu masih sangat mulia

Hingga kau menjadi utusan Allah

Ujian yang amat besar menimpa-nimpa

Cacian makian hal yang amat biasa

Dibenci,dimaki,diludahi

Teringat akan kisah perjuangan yang tak kan terlupakan

Quraisy menyerang engkau dengan sebuah kesenangan

Digulitanya malam kau dikepung,untuk rencana pembunuhan

Tapi kau masih ada Ya Rasulullah

Kau selamat oleh rencana keji mereka

Tak henti sampai situ

Ujian masih melanda

Dilempari batu dan kotoran unta

Tak tahu ada berapa torehan luka

Ada satu hal yang membuatku malu Ya Rasulullah

Kau rela salat sampai bernanah-nanah

Hanya untuk mendapatkan pengampunan untuk umatmu

Kini ku merasa hina Ya Rasulullah

Tak tahu ku harus balas apa perjuanganmu itu

Sungguh…

Kini aku ingin berpeluh tapi tidak untuk mengeluh

Melihat betapa keras kau berjuang

Membuatku ingin meraung-raung

Shalawat lah yang kini ku lantunkan

Agar ku pantas menjadi umatmu

Perjuanganmu yang besar untuk umatmu

Tak pernah ku hentikan menjadi teladanku

“Allahumma sholli’ala Sayyidina Muhammad wa’ala ali Sayyidina Muhammad”

Identitas

Nama :Ardita Pinasti

Kelas:VIII C

No.Presensi:06